Kenali 6 Jenis Kekerasan Emosional pada Anak yang Dilakukan Orangtua Narsis

Kekerasan emosional bisa berdampak buruk bagi masa depan anak, hindari melakukan enam jenis kekerasan emosional ini agar anak bisa tumbuh dengan perasaan aman dan penuh cinta.

Kekerasan tidak hanya berbentuk fisik seperti pemukulan, ada bentuk kekerasan lain yang dampaknya lebih merugikan, yakni kekerasan emosional. Kekerasan emosional pada anak terjadi saat orangtua ingin agar anak selalu bergantung padanya, sehingga menggunakan segala cara agar anak tidak berpaling ke orang lain.

Siapa yang sering melakukan kekerasan emosional terhadap anak?

Selain bullyingsecara verbal di sekolah, anak bisa mendapatkan kekerasan emosional dari orangtua. Yang sering melakukan hal ini adalah tipe orangtua narsis, yang selalu ingin agar anak dekat dengannya, dan selalu bergantung padanya.

Orangtua narsis memiliki watak obsesif, posesif dan manipulatif. Ia melakukan segala cara agar anak tidak bisa mandiri, sehingga selalu bergantung pada orangtua.

Orangtua narsis juga seringkali memaksakan obsesi atau impian pribadinya terhadap anak, memaksa anak berperilaku dan berpenampilan sesuai keinginannya. Sehingga anak tidak memiliki kebebasan untuk menentukan apa yang ia sukai dan apa yang ia tidak sukai.

Jenis-jenis kekerasan emosional yang dilakukan orangtua narsis

Kekerasan emosional bisa berpengaruh buruk terhadap perkembangan mental anak, sehingga lebih baik dihindari. Mengacu pada The Minds Journal, berikut ini adalah 6 jenis kekerasan emosional yang sering dilakukan oleh orangtua narsis.

1. Penolakan

Orangtua narsis yang menampakkan perilaku penolakan terhadap anak, seringkali secara sadar atau tidak sadar membuat anak merasa bahwa dirinya tidak diinginkan. Parahnya lagi, tidak hanya dengan satu cara namun dengan berbagai macam cara.

Bersikap merendahkan anak, atau mengacuhkan kebutuhannya adalah salah satu tipe kekerasan emosional yang mungkin terjadi. Contoh lainnya ialah, menyuruh anak pergi, atau lebih parah lagi, memintanya enyah dari hadapan orangtua.

Memanggilnya dengan nama-nama yang tak pantas, mengatakan bahwa ia tidak berguna, menjadikan anak sebagai kambing hitam, atau menyalahkan dia atas masalah yang terjadi pada saudaranya atau masalah keluarga. Semua hal tersebut adalah kekerasan emosional yang sangat menyakitkan bagi anak.

Menolak untuk bicara atau memeluk anak yang masih kecil saat ia tumbuh, juga bisa dikategorikan sebagai kekerasan. Berikut adalah rincian perilaku penolakan yang bisa berdampak buruk bagi perkembang mental anak.

  • Kritik yang diberikan secara terus menerus
  • Memanggil dengan nama buruk
  • Mengatakan pada anak bahwa dia jelek
  • Membentak atau mengutuk anak
  • Terus-terusan merendahkan anak, seperti menjulukinya bodoh atau idiot
  • Candaan yang merendahkan
  • Mengucapkan kata-kata yang mempermalukan anak di depan orang lain
  • Menggoda anak mengenai penampilan fisik, atau berat badannya
  • Menyatakan penyesalan karena anak tidak terlahir dengan jenis kelamin yang berbeda
  • Menolak untuk memeluk atau menunjukkan sikap penuh kasih sayang
  • Dengan sengaja meninggalkan anak sendirian di rumah, atau di tengah keramaian
  • Tidak mengikutsertakan anak dalam aktivitas keluarga
  • Memperlakukan anak yang sudah besar (remaja atau dewasa muda) seperti anak kecil
  • Mengucilkan anak dari keluarga
  • Tidak mengijinkan anak membuat keputusan sendiri yang masuk akal

2. Mengabaikan anak/orangtua bersikap acuh

Orang dewasa yang memiliki masalah pada pemenuhan emosi, seringkali tidak mampu merespon kebutuhan emosional anak. Mereka tidak bisa menunjukkan keterikatan yang baik atau memberikan pengasuhan yang positif.

Mereka akan menunjukkan sikap tak tertarik pada sang anak, atau menahan kasih sayang mereka. Atau bahkan gagal untuk mengenali kehadiran anak mereka sendiri.

Seringkali, orangtua hanya hadir secara ragawi, namun secara emosional mereka tidak ada. Mereka tidak bisa merespon atau berinteraksi dengan anak, secara terus menerus. Hal ini merupakan kekerasan terhadap emosional dan psikologis anak.

Berikut ini adalah contoh perilaku pengabaian terhadap anak.

  • Tidak merespon perilaku spontan balita saat berada di kegiatan sosial
  • Tidak menunjukkan perhatian pada momen penting dalam kehidupan anak
  • Tidak peduli pada kegiatan sekolah anak, teman-temannya, dan lain-lain
  • Menolak untuk membicarakan aktifitas anak dan juga hal-hal yang menarik bagi anak
  • Merencanakan liburan atau kegiatan lain tanpa mengikutsertakan anak
  • Tidak menerima anak sebagai keturunan
  • Tidak memberikan perawatan kesehatan yang dibutuhkan anak seperti perawatan gigi dan sebagainya.
  • Tidak melibatkan diri pada keseharian anak
  • Gagal melindungi anak

kekerasan emosional terhadap anak

Mengabaikan anak dan menolak terlibat dalam kesehariannya adalah salah satu bentuk kekerasan emosional

3. Membuat anak menjadi gentar/memberikan teror pada anak

Orangtua yang menggunakan ancaman, bentakan, atau mengucapkan kata-kata kasar seperti mengutuk atau sumpah serapah, semua itu akan memberikan dampak serius yang merusak pada psikologis anak.

Mengancam, mengkritik, menghukum anak hanya karena anak menunjukkan emosi yang normal, adalah tindak kekerasan yang tidak dapat diterima. Meski dikeluarkan dalam bentuk kelakar, bisa membuat anak ketakutan dan terintimidasi. Inilah kekerasan emosional terburuk.

Mereka yang menyaksikan atau mendengar kekerasan yang terjadi di dalam sebuah rumah, namun tidak melakukan apapun, juga bisa dianggap sebagai pelaku.

Diantara teror yang bisa membuat anak menjadi gentar dan ketakutan ada di bawah ini:

  • Menggoda anak secara berlebihan
  • Berteriak, membentak, mengeluarkan sumpah serapah atau menakut-nakuti
  • Respon yang tidak terduga dan berlebihan pada perilaku anak
  • Ancaman verbal yang ekstrim, seperti akan membuang anak, mengancam akan menghancurkan benda favorit anak, mengancam membunuh peliharaan kesayangannya, mengancam mengusir anak dari rumah
  • Amukan marah yang berganti-ganti dengan sikap hangat
  • Mencaci maki anggota keluarga di depan anak, atau anak bisa mendengarnya dari ruangan lain
  • Memaksa anak menonton tayangan tak manusiawi
  • Membuat tuntutan-tuntutan yang tidak konsisten pada anak
  • Menampakkan emosi yang berubah-ubah di depan anak
  • Mempermalukan anak di depan publik

Sebuah survei melalui telepon pada tahun 1995 menyatakan bahwa saat usia anak mencapai 2 tahun, 90% keluarga telah menggunakan satu atau dua bentuk serangan psikologis pada 12 bulan belakangan.

4. Mengasingkan anak

Orangtua yang melakukan kekerasan dengan cara pengasingan, anak tidak akan diperbolehkan terlibat dalam kegiatan apapun dengan teman sebayanya. Mengurung bayi di kamar, tidak memberinya rangsangan apapun yang bisa membantu pertumbuhannya.

Mencegah anak remaja untuk ikut kegiatan ekstrakurikuler. Mengharuskan anak tetap berada di kamar sejak pulang sekolah hingga keesokan harinya, membatasi asupan makanannya. Atau memaksa anak mengasingkan diri dengan cara menjauhkannya dari teman dan keluarga.

Hal-hal seperti ini bisa sangat merusak dan dianggap sebagai kekerasan emosional, bergantung pada situasi dan tingkat keparahan.

kekerasan emosional terhadap anak

Mengasingkan anak dari dunia luar juga merupakan saah satu bentuk kekerasan emosional

Perilaku dan sikap berikut ini termasuk dalam kategori pengasingan, yang menjadi kekerasan emosional terhadap anak.

  • Meninggalkan anak sendirian dalam waktu lama
  • Menjauhkan anak dari keluarga
  • Tidak membolehkan anak memiliki teman, ataupun berinteraksi dengan anak lain
  • Memastikan anak memiliki sikap dan penampilan berbeda dari rekan sebayanya
  • Menuntut untuk belajar atau melakukan tugas secara berlebihan
  • Mencegah anak berpartisipasi dalam kegiatan di luar rumah
  • Menghukum anak karena dia mengikuti kegiatan sosial bersama teman

4. Memberi pengaruh buruk pada anak

Orangtua yang memberi pengaruh buruk pada anak dengan memperlihatkan kepada mereka perilaku buruk seperti mengonsumsi alkohol, narkoba, sikap buruk pada binatang, memperlihatkan konten seksual yang tidak pantas, atau terlibat dalam tindakan kriminal seperti mencuri, penyerangan, judi, dan lain-lain.

Mendorong anak yang masih di bawah umur untuk melakukan hal-hal terlarang adalah kekerasan, dan harus dilaporkan kepada polisi. Berikut adalah pengaruh buruk orangtua yang dikategorikan kekerasan emosional.

  • Memuji atau memberi hadiah saat anak melakukan bullying atau perilaku melecehkan kepada orang lain, mencuri, atau berbohong. Juga saat anak melakukan kegiatan seksual atau kekerasan
  • Mengajarkan anak untuk bersikap rasis, bias etnik dan fanatik terhadap suku atau agama sendiri
  • Mendorong anak untuk bersikap kasar saat melakukan kegiatan olahraga bersama teman
  • Memberi anak narkoba, alkohol dan barang ilegal lainnya

6. Eksploitasi

Eksploitasi anak bisa berbentuk manipulasi atau aktifitas yang dipaksakan, tanpa mempedulikan kebutuhan anak untuk berkembang. Contohnya, meminta anak berumur 8 tahun untuk bertanggung jawab menyiapkan makan malam keluarga, hal ini tidak patut dilakukan.

Memberi tanggung jawab pada anak melebihi kemampuan dan usianya, atau menggunakan anak untuk mendapatkan keuntungan. Hal ini disebut kekerasan. Berikut adalah bentuk eksploitasinya.

  • Mengharapkan anak kecil dan balita untuk tidak menangis adalah keliru
  • Marah saat balita tidak bisa berkembang sesuai umurnya termasuk kekerasan emosional
  • Menuntut anak untuk menjaga adiknya yang lebih kecil, atau malah merawat orangtuanya
  • Menyalahkan anak atas perilaku salah yang dilakukan saudaranya
  • Memberi tanggung jawab yang tidak masuk akal pada anak
  • Mengharapkan anak menjadi tulang punggung keluarga
  • Mendukung anak untuk berpartisipasi dalam pornografi
  • melakukan kekerasan seksual pada anak atau remaja

***

Itulah keenam jenis kekerasan emosional yang dilakukan terhadap anak, bila Anda secara tak sadar telah melakukannya, segera hentikan. Bila melihat tetangga atau orang terdekat melakukannya, laporkan.

Anak berhak untuk tumbuh dengan perasaan bebas, mandiri, dan merasa dicintai. Bila sejak dini ia telah menerima kekerasan baik secara emosional maupun fisik, perkembangan mentalnya akan terganggu, dan ia bisa menjadi orang berperilaku buruk di masa depan.

Mari, stop kekerasan pada anak dengan cara apapun.

Artikel by :

https://id.theasianparent.com/6-jenis-kekerasan-emosional-pada-anak/

KPAI : Komisi Perlindungan Anak Indonesia

Advertisements

Jual Lemari Alokon 2018 BKKBN Terbaru

Lemari Alokon dan Almed adalah lemari untuk tempat penyimpanan alat medis dan obat kontrasepsi DAK Sub-Bidang KB BKKBN tahun anggaran 2018. Lemari Alokon DAK BKKBN 2018 dalam istilah lain disebut lemari ALMEDKON BKKBN 2018 merek Aqsha Medika ini terbuat dari bahan Stainless Steel 304 High Grade Quality dengan jaminan purna jual atau garansi after sale service resmi 1 (satu) tahun.

Dalam membeli Lemari Alokon sebaiknya berhati-hati dikarenakan banyak bengkel las bubut home industri yang menggunakan bahan stainless india dan daur ulang dengan menawarkan harga yang murah namun kualitas dan jaminan purna jualnya tidak terjamin dan cepat berkarat sehingga terjadi banyak keluhan seperti informasi yang kami dapat ditahun 2017 kemarin.

Lemari Alokon DAK BKKBN 2018 merek Aqsha Medika adalah lemari tempat penyimpanan alat dan obat kontrasepsi berikut alat medis yang dibuat di pabrik resmi yang memiliki standard kualitas dan mutu yang dapat dipercaya karena perusahaan kami adalah perusahaan penyalur alat kesehatan medis, furniture rumah sakit dan produk DAK BKKBN resmi yang sudah berpengalaman di alat kesehatan pada umumnya dan di BKKBN pada khususnya.

Adapun spesifikasi produk Lemari Alokon BKKBN 2018 kami adalah sebagai berikut :

TEMPAT PENYIMPANAN  ALAT DAN OBAT KONTRASEPSI

Spesifikasi :

Merek                        : Aqsha Medika

Type                           : AM-202-LA

Garansi                     : 1 (satu) Tahun

Dimensi                    :      90-105 (p) x 40-52 (l) x 150-190  (t) cm

Konstruksi bodi    :       Plat stainless steel dengan  tebal minimal 1 mm

Konstruksi Pintu  :       Bingkai Stainless dan akrilik transparan minimal 5 mm dengan  karet list H warna hitam

Finishing                  :       Polishing

Aksesoris                 :       2  –  4  rak  kaca  (tinggi disesuaikan)  dengan ketebalan  kaca minimal 5 mm

Engsel Pintu           :       terdapat minimal 3 buah engsel pintu dari besi

Terdapat termometer pintu atas sebelah kanan

Terdapat pintu yang dapat dikunci

Pada bagian atas pintu ditulis “ ALAT DAN OBAT KONTRASEPSI” dan “DAK Sub Bidang KB Tahun Anggaran…”

Dimasukan kedalam kardus dengan ukuran disesuaikan dan bertuliskan “Tempat Penyimpanan Alat dan Obat Kontrasepsi”.

Aqsha Medika adalah pusat grosir agen toko produsen importir sekaligus distributor resmi perusahaan penyalur alat kesehatan dan medis, furniture rumah sakit, produk DAK BKKBN, reagensia dan bahan kimia, peralatan dan bahan habis pakai untuk pengadaan swasta maupun pemerintah, penunjukan langsung (PL) maupun lelang tender, di rumah sakit, BKKBN, puskesmas, klinik dan homecare dengan jangkauan wilayah pemasaran nasional.

Aqsha Medika sebagai perusahaan pengadaan produk-produk DAK 2018 BKKBN sebagai berikut : Kie Kit KKB, Genre Kit, BKB Kit, BKL Kit, Iud Kit, Implant Kit, Sarana PKB/PLKB, Sarana PPKB/ Sub-PPKBD, Obgyn Bed/ Kursi Ginekologi, Lemari Alokon sesuai Juknis DAK 2018 BKKBN Pusat.

Daftar nama-nama kabupaten, kota dan provinsi jangkauan pemasaran kami meliputi : Merauke, Sorong, Papua, Manokwari, Wamena, Fak-Fak, Timika, Ternate, Maluku, Ambon, Manado, Palu, Gorontalo, Makasar, Sulawesi, Kalimantan, Kertanegara, Palangkaraya, Samarinda, Balikpapan, Banjarmasin, Pontianak, Batam, Karimun, Sabang, Aceh, Medan, Riau, Pekanbaru, Kepri, Padang, Palembang, Lampung, Jambi, Bangka, Belitung, Pangandaran, Serang, Banten, Tangerang, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Pusat, Depok, Bogor, Bekasi, Karawang, Cikarang, Purwakarta, Cimahi, Bandung, Subang, Tasikmalaya, Cirebon, Garut, Ciamis, Brebes, Bumi Ayu, Purwokerto, Jogjakarta, Semarang, Kudus, Klaten, Rembang, Banyuwangi, Surabaya, Malang, Bali, Madura, Nusa Tenggara, Lombok, Flores, Kupang, Nabire, Ende dll.

Untuk info produk, pemesanan barang, brosur katalog dan harga jual silahkan menghubungi :

Kontak Person : Ibu. Bonita Yuanti Dewi

HP (WhatsApp) : 082254825710 / 081382750006,

Email : aqshamedika@gmail.com,

Website :

http://www.aqshamedika.com

PRODUK DAK 2018 BKKBN AQSHA MEDIKA

PRODUK DAK 2018 BKKBN AQSHA MEDIKA

Lemari Alat dan Obat Kontrasepsi KB | DAK Sub-Bidang KB Tahun Anggaran 2018

Juknis (Dana Alokai Khusus) DAK BKKBN 2018 untuk pengadaan produk “Tempat Penyimpanan Alat dan Obat Kontrasepsi KB DAK Sub-Bidang KB Tahun Anggaran 2018” yang dibutuhkan oleh BKKBN di seluruh Kabupaten, Kota dan Provinsi seluruh Indonesia sudah ditetapkan dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut :

LEMARI ALKON KB DAK BKKBN 2018 | ALKON KB CABINET DAK BKKBN 2018

Spesifikasi :

1. Dimensi : (P)95 x (L)45 x (T)160cm

2. Konstruksi Bodi : Plat stainless steel dengan tebal 1 mm

3. Konstruksi Pintu : Rangka Stainless dan Akrilik transparan minimal 5 mm dengan karet list H warna hitam

4. Finishing : Polishing

5. Aksesoris : 2-4 rak kaca (tinggi disesuaikan) dengan ketebalan kaca minimal 5 mm

6. Engsel Pintu : Terdapat minimal 3 buah engsel pintu dari besi

7. Terdapat Thermometer pintu atas sebelah kanan

8. Terdapat pintu yang dapat dikunci

9. Pada bagian atas pintu ditulis “ALAT DAN OBAT KONTRASEPSI” dan “DAK Sub Bidang KB Tahun Anggaran….”

Dimasukkan ke dalam kardus dengan ukuran disesuaikan dan bertuliskan “Tempat Penyimpanan Obat dan Kontrasepsi”

Opsional Tambahan : 

  • 4 (empat) buah Roda dengan 2 (dua) roda pengunci

Perhatian :

Untuk proses pemesanan produk Lemari Tempat Penyimpanan Alat dan Obat kontrasepsi KB DAK Sub-Bidang KB Tahun Anggaran 2018″ harap berhati-hati dan yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut :

1. Ketebalan Plat Stainless harus sesuai dengan ketentuan karena apabila kurang dari ukuran yang ditetapkan akan mengurangi kualitas dan kekuatan lemari tempat penyimpanan alat dan obat kontrasepsi KB.

2. Kekuatan utama dari lemari tempat penyimpanan alat dan obat kontrasepsi KB adalah dibagian pintu depan dan besi penahan kaca yang bisa diatur ketinggiannya karena berdasarkan informasi dan laporan keluhan di lapangan pada tahun 2017 banyak lemari tempat penyimpanan alat dan obat kontrasepsi KB yang tidak sesuai dengan ketentuan sehingga sehingga menimbulkan banyak masalah seperti :

  • Pintu mudah leyot (goyang) karena kekuatannya kurang dan tidak diberi tulang rangka penahan.

  • Kaca shelves tidak sesuai ketentuan dan banyak yang kurang dari 5 mm ketebalannya.

Aqsha Medika Groups adalah Pusat Grosir Agen Toko Produsen dan Distributor Pengadaan Produk-Produk DAK BKKBN 2018 meliputi : Obgyn Bed, Kie Kit, GenRe Kit, Iud Kit, Implan Removal Kit, Lansia Kit, BKB Kit, Sarana PLKB, Sarana PPKBD dan Sub-PPKBD, Posbindu Kit, UKS Kit, Konseling Kit Menyusui, Lemari Narkotika dan Psikotropika, Lemari Obat, Lemari Instrumen, Lemari Rak Obat, Medicine Cabinet Drawers, Lemari Tempat Penyimpanan Alat dan Obat Kontrasepsi DAK Sub-Bidang KB T.A. 2018.

Untuk pemesanan barang, brosur dan daftar harga katalog produk berikut spesifikasi lemari/ cabinet “Tempat Penyimpanan Alat dan Obat Kontrasepsi”, “DAK Sub-Bidang KB T.A. 2018” sesuai Juknis DAK BKKBN 2018, silahkan menghubungi :
Kontak Person : Tn. M. Fadel Aqsha R,
Mobile (WhatsApp) :
082254825710 / 081382750006
Email :
aqshamedika@gmail.com
Twitter :

Facebook :
https://facebook.com/aqsha.medika.9
Website :
http://www.aqshamedika.com

 

Jual Trolley Loundry dan Linen Trolley Stainless Steel “Aqsha Medika Group”

Fungsi Trolley Laundry atau Linen trolley adalah kereta dorong untuk mengumpulkan dan mengangkut kain sprei, selimut / bed cover, sarung bantal, gorden, taplak meja dan lain-lainnya atau pakaian kotor maupun pakaian bersih sebelum atau sesudah di cuci dari atau menuju ruang tempat cuci gosok setrika (Loundry and Linen Room).

Adapun produk Trolley Loundry atau Linen Trolley bahan pipa Stainless Steel dengan kantong dari kain kanvas/ terpal/ parasut anti bocor merek Aqsha Medika adalah sebagai berikut :

Trolley Laundry atau Linen trolley Stainless Steel

Spesifikasi :

  • Bahan rangka : Pipa Plat Stainless Steel

  • Bahan kantong : Kain kanvas/ terpal/ Parasut

  • Roda penggerak : 4 roda dengan 2 pengunci

  • Ukuran roda : 4 inchi

  • Ukuran dimensi : 90x60x75cm

Aqsha Medika Group adalah Pusat Grosir Toko Produsen Distributor Furniture Hospital yang menjual aneka macam jenis trolley untuk kebutuhan Rumah Sakit, Hotel, Restoran, Pabrik dan lain-lain dengan bahan dan kualitas terbaik seperti : Trolley Loundry, Linen Trolley, Trolley Instrument, Trolley USG, Trolley EKG, Trolley Bandara, Trolley Obat , Troley Emergency dan lain-lain. Kami juga dapat memproduksi aneka trolley dengan bahan plat pipa baja maupun stainless steel sesuai pesanan yang di inginkan (Customize).

Untuk pemesanan barang, brosur dan harga jual produk Trolley Loundry atau Linen Trolley bahan pipa Stainless Steel dengan kantong dari kain kanvas/ terpal/ parasut anti bocor merek Aqsha Medika silahkan menghubungi :

Kontak Person : Tn. M. Fadel Aqsha R
Mobile (WhatsApp) : 082254825710 / 081382750006
Email : aqshamedika@gmail.com
Facebook :
https://facebook.com/aqsha.medika.9
Twitter : https://twitter.com/AqshaMedika

Website :
http://aqshamedika.com/
https://aqshamedika.wordpress.com/
https://aqshamedika.blogspot.com/

Berita Seputar Produk-Produk DAK BKKBN 2018 | Aqsha Medika Group

Pengadaan alat peraga BKKBN yang terkesan monoton dan terkesan kurang kreatif membuat pengembangan pengetahuan tentang ilmu kesehatan bagi petugas pelatihan dan masyarakat menjadi kurang maksimal. Media dan sarana yang dipergunakan masih terbilang sederhana dan sangat kurang syarat akan ilmu dan pengembangan pengetahuan.

Uji keterampilan sebagian besar hanya berporos pada pengetahuan tentang pengetahuan pada masyarakat saja, sedangkan pada peningkatan mutu dan kualitas tenaga kesehatan yang meliputi dokter dan bidan didaerah masih sangatlah kurang.

Pemantapan mutu dan kualitas seharusnya juga lebih ditingkatkan pada lini tenaga penyuluhan lapangan dengan kegiatan pelatihan dan pengembangan ilmu tentang Keluarga Berencana dari segi ilmu kesehatan.

Sebagaimana yang kita ketahui selama ini untuk kegiatan seperti seminar dan uji kualitas dan pemantapan mutu dari tenaga medis untuk mendapatkan kegiatan pemantapan mutu dan kualitas pengembangan ilmu hanya meliputi kegiatan pengenalan melalui media alat peraga yang tidak berkembang yaitu hanya sebatas pengenalan tentang pengenalan ilmu seputar alat kontrasepsi seperti Iud, Implan, Pil KB, Vasektomi, Tubektomi dan seputarnya.

Media alat peraganya pun hanya terdiri dari phantom/ manikin alat peraga kontrasepsi, reproduksi pria, reproduksi wanita, Iud planning education dan Lengan Implan seputar ini saja, sedangkan ilmu pengetahuan tentang pengembangan mutu dan kualitas tenaga penyuluhan dan tenaga medis masih banyak membutuhkan media alat peraga lainnya untuk pengembangan pengetahuan dan pemantapan mutu yang lebih luas sebagai antisipasi penanganan kasus dilapangan.

Dari hasil kegiatan uji pemantapan mutu dan kualitas tenaga medis dan penyuluhan lapangan tersebut dari para anggota yang mengikuti sebaiknya juga diberikan penghargaan sebagai tenaga medis dan penyuluhan teladan dan terbaik sehingga memicu semangat dan keinginan untuk mengikuti kegiatan pelatihan tersebut.

Ide atau saran kegiatan yang kami coba tawarkan adalah proses pelatihan dan peningkatan mutu serta kualitas tenaga medis dan tenaga penyuluhan KB dalam kegiatan di BKKBN baik di Kabupaten, Kota, Provinsi dan Pusat yang bisa dibantu oleh tenaga-tenaga konselor berpengalaman, adapun kegiatan yang dilakukan misalnya :

1. Bagaimana cara penanganan kasus terjadinya perdarahan dan bagaimana cara menghentikan perdarahan,

2. Pelatihan pemantapan mutu dan kualitas bidan dalam proses persalinan,

3. Pengetahuan tentang kanker serviks,

4. Pengetahuan tentang pembukaan serviks,
5. Pengetahuan tentang kanker payudara,
6. Pengetahuan cara menyusui yang baik dan benar dan manfaat air ASI bagi ibu dan anak.
7. Pengetahuan tentang perawatan luka decubitus untuk para lansia

8. Dan masih banyak lagi pengembangan ilmu pengetahuan bagi tenaga medis dan tenaga penyuluhan dilapangan untuk peningkatan mutu dan kualitas kesehatan masyarakat melalui media Phantom/ Manikin Alat Peraga Kesehatan baik buatan import maupun buatan lokal dengan kualitas yang baik yang sudah sangat mudah didapatkan namun manfaatnya sangatlah berarti pada kemajuan dan percepatan program pemerintah dalam meningkatkan program kesehatan masyarakat melalui Keluarga Berencana.

Semoga pada program Keluarga Berencana kedepan bisa lebih memberikan pengetahuan yang lebih maju ketimbang sebelumnya melalui peningkatan mutu dan kualitas tenaga medis dan penyuluh lapangan dengan lebih banyak lagi menggunakan media pembelajaran yang lebih luas sesuai dengan kemajuan dan perkembangan jaman bukan atas dasar kepentingan yang sarat dengan unsur-unsur kepentingan tertentu di dalamnya yang hanya menghambur-hamburkan anggaran negara tanpa tujuan yang jelas dan terarah.

Ide kritikan dan saran ini dengan tujuan positif dan membangun, diharapkan ada perubahan yang lebih mendasar dengan atas dasar kebutuhan akan ilmu pengetahuan yang lebih dibidang kesehatan dalam peningkatan perbaikan dari program Keluarga Berencana Nasional agar tercapai tujuan yang kita harapkan bersama.

Aqsha Medika Group adalah perusahaan penyalur alat kesehatan medis, furniture rumah sakit, produk DAK BKKBN, Phantom/ Manikin Alat Peraga Kesehatan, Reagensia dan Bahan Kimia Laboratorium Radiologi, Bahan Habis Pakai serta Perlengkapan Apotik dan Farmasi.
Untuk pemesanan barang, brosur harga jual dan spesifikasi produk-produk Aqsha Medika Group silahkan menghubungi :

Kontak Person : Tn. M.Fadel Aqsha R,
Mobile (WhatsApp) : 082254825710 / 081382750006,
Telpon Kantor : 021-3912905
Facebook :
https://facebook.com/aqsha.medika.9
Twitter :

Website :
http://aqshamedika.com
https://aqshamedika.wordpress.com/
https://aqshamedika.blogspot.com/